tim-pmr-sdit-nh-solo_20170327_211501

PMR Mula Juarai Lomba Youth Red Cross Characterized

SOLO – Tim Palang Merah Remaja (PMR) Mula SDIT Nur Hidayah Solo meraih juara umum dalam Lomba Youth Red Cross Characterized 2017 katergori Mula.

Lomba ini diselenggarakan Palang Merah Indonesia di SMK Negeri 8 Surakarta, Minggu (26/3/2017).

Tim dari SDIT NH beranggotakan Alfian Nur Isyhadi, Ammar Makarim Wardhana, Faiz Hibatul Aziz, Daffa Arrivo Aryanto, Fatimah Nurul Hidayah, Fauziah Khansa Nur Azizah, Zahirah Mentari Supriyono, dan Khoirunnisa Ulin Nuha .

 

“Tim PMR SDIT Nur Hidayah yang bertanding ditingkat Mula berhasil menyabet empat piala dan Golden Ticket PMR Got Talent,” kata Waka Humas SDIT NH, Rahmat Hariyadi, di Solo, Senin (27/3/2017).

“Dengan perolehan juara tersebut, tim SDIT NH dinobatkan sebagai juara umum,” katanya menambahkan.

Aada  berbagai perlombaan yang dipertandingkan, yaitu Lomba Pertolongan Pertama, Lomba Pendidikan Remaja Sebaya, Lomba Perawatan Keluarga, dan PMR Got Talent.

“Alhamdulillah, kita bersyukur walaupun hanya berlatih sepekan anak-anak bisa mengikuti perlombaan dengan baik dan bisa menjadi juara,” ujar Rahmat menegaskan.

Adapun tim pertolongan pertama akan mewakili Kota Solo di tingkat provinsi pada bulan April mendatang.

Menurut Rahmat, keberhasilan ini tidak terlepas dari latihan rutin yang memang terjadwal setiap Sabtu, saat ekstra kurikuler Dokter Cilik.

“Karena ada kemiripan antara materi lomba dengan apa yang dipelajari di ekstra Dokcil,” ujarnya.

 

Sumber : http://solo.tribunnews.com

 

WhatsApp Image 2017-03-25 at 11.15.47

Wow…Serunya Buat Aquarium Kardus

Pagi itu cuaca sangat cerah. Mentari menyapa semesta dengan ramahnya. Seceria siswa-siswi kelas 3 SDIT Nur Hidayah Surakarta yang pagi ini (Sabtu, 25/03/2017) akan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka.

Mereka tampak gagah dengan seragam pramukanya. Tidak lupa mereka juga membawa barang bekas, bahan dan alat yang akan mereka gunakan hari ini. Ada kardus bekas, lem, gunting, kancing baju, benang, kertas HVS, crayon/pensil warna, mika bening, cutter, steper, dan lainnya. Mereka akan membuat prakarya berupa aquarium kardus.

Salah satu siswa kelas 3, Malik Farhan Nasrulaah (8) yang bercita-cita ingin jadi penghafal Al-Qur’an menuturkan, “Wow…seru juga buat aquarium dari kardus. Alhamdulillah, akhirnya kelompokku berhasil juga buatnya. Ternyata cukup susah, perlu sabar dan kerjasama dengan teman-teman. Walaupun susah, kami tertantang untuk menyelesaikan. Ternyata juga melatih kreavitas kami.”

Siswa lainnya, Jianka Arkhadiva (9), menuturkan pengalamannya, “Baru pertama Aku membuat aquarium dari kardus bekas. Mula-mula kita membuat jendela pada kardus di sisi depan, samping kanan, dan samping kiri memakai cutter. Lalu jendelanya dilapisi dengan mika bening. Sebagian siswa membuat hewan-hewan laut seperto ikan, hiu, gurita, kuda laut, ubur-ubur, dan lainnya dari kardus yang dilapisi kertas HVS dan sudah digambar dan diwarnai. Sementara siswa lainnya membua wallpaper atau background dengan kertas HVS dengan gambar dunia bawah laut. Setelah itu hewan-hewan laut tersebut ditali dengan benang lalu digantungkan pada bagian atas aquaium dengan diikat pada kancing baju supaya tidak mudah lepas. Aquarium dari kardus besarpun sudah bisa dilihat sebagai hasil kreativitas kami.

Kak Firli Khoirul Rachmadani, salah satu pembina pramuka, menuturkan” Tujuan dari kegiatan ini untuk membangun kerjasama tim, melatih kreativitas dalam keceriaan. Kegiatan pramuka ini dilakukan setiap Sabtu. Tidak hanya hasta karya, tetapi juga pengetahuan, sikap ketangkasan, yang mesti mereka capai di pramuka siaga. Ada baris berbaris, shemapor, sandi, tali temali, memasak, dan lainnya.”

Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, menuturkan
“Dengan membuat hasta karya ini siswa diharap terlatih daya imajinasi dan kreativitasnya yang pada akhirnya juga melahirkan kemandirian siswa. Siapa tahu dari inspirasi sederhana ini akan memantik potensi kreativitas mereka untuk terus berkarya. Bahkan bukan tidak mungkin mereka mampu mencipta alat dan teknologi yang tepat guna bagi kemaslahatan ummat manusia. Harapannya jiwa pramuka sejati tertanam dalam diri sebagai bekal mengabdi untuk negeri.”

WhatsApp Image 2017-03-15 at 12.17.25

Outbond Kelas 3 Bersahabat dengan Alam

Mengisi jeda semester, sebanyak 142 murid kelas 3 SDIT Nur Hidayah (SDIT NH)  Solo mengikuti kegiatan outbond ke Ledoksari, Sleman, DIY. Kegiatan Outbond Kids bertajuk “Bersama Kita Bisa” tersebut dilaksanakan, Rabu (15/3/2017).

“Perjalanan dilakukan dari Solo menuju tempat outbond kurang lebih 1,5 jam,” kata Koordinator kegiatan, Bekti Riysnto, SSi,

Ada beberapa game yang ikuti oleh setiap peserta.

“Di antaranya flying fox, tangkap ikan, flying bambu, bajak sawah, hope relay, keypang, dan air mengalir,” kata Bekti menambahkan.

Adapun outbond ini diadakan untuk melatih ketangkasan, kekuatan fisik, dan kerja sama tim antarsiswa.

“Dan tentunya membangun keceriaan di antara peserta, refreshing bagi anak-anak,” ujarnya.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan SDIT NH setiap semester.

“Kegiatan luar ruangan ini dalam rangka berikhtiar untuk memberikan pendidikan yang seimbang bagi peserta didik,” ucap  Bekti menambahkan.

Sehingga, katanya, tercipta keseimbangan antara kebutuhan akal, jasad, dan ruhiyah.

“Sehingga bisa terlahir generasi yang cerdas akalnya, sehat dan tangkas jasadnya, dan kokoh akhlak ibadahnya,” ujar Bekti menegaskan.

Sumber : TribunSolo.com

cooking-day_20170314_154857

Program Mentoring, Kelas 6 Adakan Cooking Day

Pagi ini cuaca sangat cerah. Mentari menyapa semesta begitu sempurna. Menjadikan penghuni semesta bertasbih mensyukuri karunia-Nya. Waktu baru menunjukkan pukul 08.00. Ada pemandangan berbeda di sekitaran SDIT Nur Hidayah. Sejumlah 144 siswa-siswi menuju halaman sekolah sambil membawa kompor, teflon, sottel, pisau, nampan, baskom, piring dan gelas saji, dan lainnya. Ada pula siswa yang membawa tepung, telur, magarin, keju, bumbu dapur bawang putih bawang merah dan lainnya.

Ya, pagi ini (Senin, 13/03/2017) mereka akan mengikuti kegiatan Cooking Day.
Setelah sebelumnya mereka menunaikan sholat dhuha, murojaah juz 29, dan pengarahan dari guru pendamping terkait kegiatan hari ini.

Tasnim Mumtaza (12), salah satu siswi kelas 6 menuturkan pengalamannya, “Aku dan kelompokku tadi membuat Pancake. Mula-mula membuat adonan yang terdiri dari tepung, susu, magarin, dan telur pada baskom. Lalu panaskan telfon di atas kompor kemudian diberi blueband. Kemudian adonan dimasukkan ke dalam telfon menggunakan sendok sayur. Tunggu kira-kira 1 menit kemudian dibalik, baru diangkat. Kemudian diletakkan dipiring saji ditaburi susu, meses, dan keju. Setelah itu pancake sudah siap dinikmati.

Sementara siswa lainnya, Annas Nuril Huda (11), menuturkan pengalamannya, “Tadi kelompokku membuat nasi goreng, jamur cripsy, dan es buah. Asyik juga bisa memasak dengan teman-teman. Biasanya di rumah masaknya hanya saat liburan. Bisa buat refressing setelah beberapa pekan kemarin ketemunya soal-soal try out, Penilaian Tengah Semester 2, ujian praktik, dan lainnya,” ungkapnya sambil tersenyum.

Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, menuturkan bahwa pasca Penilaian Tengah Semester 2, ada beberap kegiatan yang bervariatif di setiap jenjang. Hari ini kelas 1 mengadakan Table Maner Islami, kelas 2 Outbond Kids, kela 3 dan 5 pembelajaran reguler, kelas 4 Outbond Tematik di Tawangmagu, dan kelas 6 mengikuti Cooking Day. Harapannya dengan kegiatan rehat pasca PTS ini akan mengasah skill, ketangkasan, kerjasama, juga tadabbur alam dan refressing tentunya.”

84eb138f-ffbd-4134-9bf5-312026e032a1

Talkshow Parenting POMG Kelas 3 dan 4

Cuaca cukup mendung dan hujan gerimis sempat mengguyur beberapa waktu. Tak lama gerimis reda, mentaripun mulai menyapa walau temaram. Nampak ratusan orangtua dengan berpakaian muslim/ah berduyun-duyun menuju ke Nur Hidayah Convention Centre (NHCC). Mereka tampak ceria disambut hangat oleh guru karyawan yang bertindak sebagai panitia.

Ya, hari ini, Sabtu (11/03/2017), mereka akan mengikuti Talkshow Parenting untuk Orangtua Siswa kelas 3 dan kelas 4 SDIT Nur Hidayah. Kegiatan yang bertajuk “Pengaruh Gadget di Masa Pra Balik dan Solusi Cerdasnya” ini diikuti 284 wali murid dan guru paralel kelas 3 dan 4. Bertindak sebagai pembicara adalah Ustadzah Savitri Dewi, Psi yang berkecimpung di dunia psikologi anak dan remaja dari Salatiga.

Sebelum acara inti talkshow, peserta disuguhi tampilan Tari Saman oleh siswa-siswi kelas 4. Selain itu juga ada pemaparan hasil angket dari siswa terkait penggunaan gadget dan media sosial oleh siswa-siswi kelas 3 dan 4.

Dalam pemaparannya, pembicara menuturkan bahwa ada beberapa tips agar anak tidak kecanduan gadget; a) jangan belikan gadget pribadi untuk anak, b) buat aturan atau jadwal jika anak harus menggunakan gadget milik orangtua, c) perbanyak waktu untuk berinteraksi dengan anak, ajak anak melakukab aktivitas fisik yang menarik bagi anak, d) alihkan kegemaran anak dari gadget ke buku, e) hindari penggunaan gadget di depan anak.

Salah satu wali murid peserta talkshow, Rita Hartati, menyampaikan pengalamannya, “Saya punya anak yang sekarang duduk di kelas 4 SD dan kakaknya duduk di kelas 3 SMA. Kedua-duanya tidak saya pegangi HP. Karena menurut saya banyak sisi negatifnya daripada nilai positifnya. Ketika mereka butuh berkomunikasi dengan teman sekolahnya menggunakan HP saya. Tetapi ia pernah bercerita bahwa temannya pernah mengejek “kuper”, “jadul”, anak SMA kok belum punya HP sendiri. Akhirnya sama mesti berdialog dan memahamkan baik buruknya gadget.”

Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, menuturkan bahwa kegiatan ini dalam rangka untuk mengedukasi guru dan orangtua siswa dalam rangka menangkal pengaruh negatif dari penggunaan gadget. Kita berharap orangtua akan lebih bijak dalam mendampingi buah hatinya termasuk ketika mereka menggunakan gadget dan medsos. Serta tentunya terus meningkatkan sinergi pendidikan di sekolah dan di rumah, dalam menyukseskan pendidikan karakter yang menjadi visi sekolah.

12310558_787614398014587_401798108598679138_n

UTS Semester 2 Tahun Pelajaran 2016/2017

Mulai hari ini (6/3/2017) murid-murid SDIT Nur Hidayah melaksanakan kegiatan UTS Semester 2 Tahun Pelajaran 2016/2017. Jadwal hari I Senin, 6 Maret 2017 adalah PAI dan Bahasa Indonesia. Selanjutnya hari Selasa (PKN dan IPS), Rabu (IPA dan Bahasa Jawa), Kamis (Matematika), Jum’at (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris)

Seminar ParentingPOMG Kelas 5 dan 6

Sekolah Dasar Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, menggelar seminar parenting untuk orangtua Siswa kelas 5 dan 6 di Yayasan Nur Hidayah Convention Centre Surakarta, Sabtu (4/3).

Motivator Parenting Islami, Sholihin Abu Izzudin, mengatakan bahwa dalam menyukseskan pendidikan anak, orangtua tidak harus menjadi hebat, namun cukup membutuhkan kesabaran. “Setiap orang tua harus memiliki optimis dalam mencetak generasi yang bersejarah, sehingga benar-benar berhasil,” jelasnya.

Menurut dia bahwa orang tua harus mampu untuk mengayomi anak-anak dalam keadaan apapun. Sediakanlah waktu bersama, untuk memberikan perhatian yang lebih pada mereka. “Mumpung anak-anak  masih dekat, maka berikanlah cinta kepada mereka dengan sungguh-sungguh, agar tidak menyesal dikemudian hari,” ungkapnya.

Solikhin mengingatkan bahwa jangan sampai kehilangan momentum yang berharga bersama anak, sehingga didiklah mereka dengan sabar dan penuh optimis.”Ketika anak-anak melakukan kesalahan, ajaklah mereka berdialog, dengan komunikasi yang tidak menyakiti hati,” paparnya.

sumber : harianamanah.id

661450493686manasik-600x400

Siswa Kelas 6 Antusias Ikuti Manasik Haji

Labbaikallahumma labbaik….
Labbaikalaa syarikala labbaik….
Innalhamda wa ni’mata lakawalmulk
Laasyarikalah

Gema doa talbiyah terdengar di sekitaran area manasik di kompleks Asrama Haji Donohudan. Pagi itu [Kamis, 02/03/2017] sejumlah 144 siswa-siswi SDIT Nur Hidayah beserta beberapa guru pembimbing mengikuti kegiatan manasik haji. Berpakaian ihram serba putih, mereka tampak khuyuk membaca doa dan mengikuti rukun-rukun ibadah haji.

Sapaan lembut mentari pagi itu menambah semangat mereka untuk berlatih menjadi tamu-tamu Allah yang penuh kemuliaan. Mereka melakukan serangkaian ibadah haji, seperti halnya wukuf di arofah, thowaf, melempar jumroh ula wustho aqobah, lalu sa’i dari bukit shofa ke bukit marwa. Sesekali tampak diantara peserta mengusap keringat di wajahnya.

Salah satu peserta manasik, Davin Ahmad Rajendra, 12, menuturkan pengalamannya, “Baru sekali ini ikut l kegiatan manasik haji. Suasananya seakan seperti di Mekah. Ikut larut dalam doa dan rukun-rukun hajinya. Walaupun masih SD, menambah niat untuk memenuhi panggilan mulia, menunaikan ibadah haji.”

Sementara salah satu guru pembimbing, Susilowardhani, S.Pd. menyampaikan, “Kegiatan ini bertujuan untuk mempraktikkan materi tentang ibadah haji yang telah mereka dapatkan di kelas. Dengan mengenakan pakaian ihram dan praktik langsung bagaimana wukuf, thowaf, lempar jumroh, sa’i dan lainnya akan memberikan pengalaman yang lebih bermakna. Harapannya ghiroh semangat siswa untuk menyempurnakan rukun Islam semakin menggelora dalam jiwa.”

Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, S.Pd, menuturkan, “Kegiatan ini merupakan agenda rutin tiap tahun sejak empat tahun lalu untuk siswa-siswi kelas 6. Tentu tahun ini terasa lebih spesial, karena bersamaan dengan kehadiran kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi, Pelayan kota suci, Mekkah Al Mukarromah dan Madinah Al Munawwarah. Meskipun berjauhan tempat tentu spirit untuk memuliakan tamu negara dan ummat, kita wujudkan dengan kegiatan manasik haji.”