Pramuka SDIT NH Latih Kreativitas Manfaatkan Barang Bekas

Pagi itu cuaca cukup cerah. Mentari menyapa semesta dengan ramahnya. Seceria siswa-siswi kelas 5 SDIT Nur Hidayah Surakarta yang pagi ini (Sabtu, 25/02/2017) akan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka.

Mereka tampak gagah dengan seragam pramukanya. Tidak lupa mereka juga membawa barang bekas, bahan dan alat yang akan mereka gunakan hari ini. Ada botol/kaleng bekas, kardus, stik, lem, baterai, kabel, pilox pewarna, kertas kado, dan lainnya. Mereka akan membuat beberapa prakarya yang berbeda. Ada tempat pensil, mobil-mobilan, miniatur rumah, dan lainnya.

Salah satu siswa kelas 5, Daffa Arrivo Aryanto (11) yang bercita-cita ingin jadi pilot menuturkan, “Kelompokku tadi membuat miniatur rumah dari stik dan lentera dari kaleng. Ternyata cukup susah juga. Karena juga membuat rangkaian listrik bersumber baterai untuk membuat lenteranya. Mesti harus konsentrasi dan kerjasama tim. Walaupun susah, kami tertantang untuk menyelesaikan. Sedikit-sedikit juga melatih kreavitas kami.

Siswa lainnya, Raksa Diaz Bimantara (11), menuturkan pengalamannya, “Aku tadi membuat tempat pensil dari barang bekas bersama kelompok regu. Mula-mula tiga kaleng bekas susu dipotong bagian atas. Lalu dilapisi dengan kertas kado. Kemudian ketiga kaleng itu dirapatkan dan dilapisi kardus bekas dibagian bawah, ditempelkan menggunakan lem. Lalu kardus dirapikan dan dilapisi kertas kado. Langkah terakhir menghias, dan siap digunakan untuk meletakkan pensil.

Kak Hermawan, salah satu pembina pramuka, menuturkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah melatih kreativitas siswa dengan proyek membuat karya sesuai dengan minat dan ide mereka. Tentunya juga untuk melatih kerjasama tim. Dipertemuan sebelumnya juga dikenalkan tali temali, baris berbaris, semaphore, sandi, memasak, dan lainnya.

Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, menuturkan bahwa ekstra pramuka wajib diikuti siswa-siswi sejak kelas 3. Banyak pendidikan karakter yang diperoleh siswa melalui kegiatan pramuka ini. Kedisiplinan, ketaqwaan, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, kreativitas, dan lain sebagainya. Harapannya mereka akan memahami dan mengamalkan apa yang menjadi Dasa Darma Pramuka.

Khataman dan Imtihan Alquran Angkatan VI

SOLO – SDIT Nur Hidayah menggelar Khataman & Imtihan Alquran bagi 57 siswa di Nur Hidayah Convention Centre, Sabtu (4/2/2017).

Khataman merupakan kegiatan membaca Alquran secara bersama-sama.

Adapun Imtihan merupakan proses tanya jawab seputar tartil (perlahan dan jelas), fashohah (kefasihan ucapan), ghorib (bacaan yang tidak seperti biasanya), dan tajwid (hukum dalam membaca Alquran).

Siswa laki-laki mengenakan baju putih bercelana hitam berbalut sarung, berpeci dan berkalung samir.

Sementara siswa putih berbaju muslimah putih dipadu bawahan batik, berjilbab ungu, dan berkalung samir.

Ada 57 siswa yang mengikuti kegiatan ini, yang mensyaratkan mereka menyelesaikan 6 jilid.

Kemudian tajwid, ghorib, khatam baca Alquran di hadapan guru Alquran.

“Juga hafal surat an-naas sampai an-naba dan lulus ujian,” terang Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi.

Khataman merupakan kegiatan yang sudah digelar empat kali di SDIT Nur Hidayah.

“Khataman & Imtihan Alquran kali ini mengambil tema ‘Mewujudkan Generasi Emas Bersama Alquran.

Harapannya, tambah Rahmat, supaya para lulusan bisa kompetitif dengan bekalnya yang diperolehnya.

“Serta mampu menghadapi tantangan zaman, dan  berkontribusi membangun bangsa sesuai cita-cita dan profesinya kelak,” katanya.

Sementara, Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Laweyan, Budi Paryono, SH., MH. menyampaikan harapannya bahwa di antara mereka kelak akan menjadi pemimpin bangsa.

“Apalagi dengan berbekal Alquran insya Allah kelak mereka akan menjadi pemimpin yang berintegritas,” ucap Budi.

Sumber : Tribunnews.com