Belajar Bikin Sandwich yang Halal dan Enak

SOLO –  Senin (21/11/2016) pagi, tampak suasana yang berbeda di Aula Sekolah SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Siswa kelas satu sejumlah 132 kompak mengenakan celemek dan penutup kepala seperti layaknya seorang chef.

Mereka tengah mengikuti Puncak Tema Kegiatanku.

Dalam kesempatan tersebut, siswa SDIT Nur Hidayah belajar membuat Sandwich.

Bahan -bahan yang dibutuhkan untuk membuat Sandwich, seperti roti tawar, sosis, daun salad, irisan tomat, telur dan mayones pun telah disiapkan oleh pemandu.

Para siswa kemudian dengan dibuat kelompok, duduk melingkar sambil menunggu bahan dibagikan.

Setelah bahan dibagikan, anak-anak mulai membuat Sandwich.

Mereka mulai menata roti, kemudian ditumpuk tomat, telur dan sosis.

Setelah itu, ditambah mayones dan ditutup dengan roti tawar kembali.

Sandwich yang sudah jadi kemudian dimakan bersama setelah sebelumnya membaca doa.

Koordinator Kelas 1 SDIT Nur Hidayah, Sugeng Sugiharto mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian puncak tema yaitu Kegiatanku.

“Kegiatan dihubungkan dengan kegiatan sehari-hari yaitu dengan membuat sarapan pagi dari roti,” kata Sugeng.

Hal ini juga bertujuan,  supaya anak bisa membantu orangtuanya dalam menyiapkan sarapan.

Sandwich dipilih karena mudah dibuat dan mempunyai nilai gizinya  besar.

Selain mengajarkan anak untuk membuat Sandwich, juga mengenalkan anak dengan bidang datar, seperti persegi, lingkaran dan segitiga.

“Kan rotinya bentuknya segitiga, tomatnya bulat sehingga sekaligus mengenalkan bidang datar ke anak-anak, ” tutup Sugeng.

Sumber : TRIBUNSOLO.COM

Pasar Bocah, Sarana Pendidikan Edupreneur dan Refreshing

Pagi itu cuaca di sekitar SDIT Nur Hidayah cukup cerah. Suasana berbeda terlihat di halaman gedung barat. Beberapa siswa tampak membawa barang dagangan, menyiapkan meja kursi, dan menata barang dagangannya.

Ya, hari ini sejumlah 143 siswa-siswi kelas VI SDIT Nur Hidayah akan berlatih berdagang dengan menggelar Pasar Bocah. Ada beberapa barang dagangan yang mereka jajakan, seperti aneka makanan, aneka minuman yang mereka sediakan sedari rumah.

Koordinator Guru Paralel Kelas VI, Wahyudi Nugroho, S.Si. menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih jiwa berdagang para siswa. Selain tentunya untuk refressing para siswa, mengingat setiap Sabtu mereka sudah mulai latihan try out maupun simulasi persiapan ujian sekolah madrasah.

Salah satu siswa kelas VI, Affan Afiq Mukhayyar (12), Tadi aku jualan Es Susu, banyak yang beli dari adik-adik kelas. Sementara siswa lainnya, Nuraini Aprilia Surbakti (11), “Senang rasanya latihan jadi pedagang. Sambil refress bersama teman-teman,” tuturnya.

Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, mengatakan bahwa agenda kegiatan belajar di kelas 6 cukup padat baik yang sifatnya akademik maupun penguatan ruhiyah mental dengan sholat dhuha, wirid ma’tsurat, tilawah Al-Qur’an, mabit, renang dan lainnya. Terkadang perlu diselingi dengan kegiatan-kegiatan refressing, salah satunya dengan menggelar pasar bocah.

Kembali Kirim Siswa ke Konferensi Penulis Cilik Indonesia

Hari masih pagi, waktu baru menunjukkan pukul 06.00. Cuaca cukup sejuk di kawasan Puncak Cisarua Bogor, tepatnya di Royal Safari Garden. Para peserta Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) 2016 telah siap setelah sarapan pagi untuk mengikuti kegiatan di hari ketiga ini. Mereka begitu tampak semangat dan ceria dengan balutan kaos dan topi seragam KPCI.

Tidak terlihat wajah lelah walaupun sepanjang hari kedua kemarin mereka full mengikuti kegiatan. Mulai dari pagi berlomba di masing-masing kategori. Siang sampai sore Edutour ke Taman Safari. Malam harinya mengikuti Konferensi Penulis Cilik untuk merumuskan rekomendasi yang akan disampaikan kepada pihak keluarga, sekolah, penerbit, dan pemerintah.

Ya, hari ini, Kamis (10/11/2016) sejumlah 165 finalis akan melanjutkan rangkaian acara Apresiasi Sastra Siswa Sekolah Dasar. Pada hari ketiga ini mereka akan mengunjungi kantor Kemendiknas untuk mendapat motivasi dan apresiasi dari Mendikbud, mengikuti pengumuman dan penyerahan hadiah pemenang lomba (katerori cerpen, pantun, syair, dan dongeng), serta menyampaikan hasil rekomendasi Konferensi Penulis Cilik Indonesia tadi malam.

Salah satu peserta dari SDIT Nur Hidayah, Syahidah Dzakiyyatun Nisa (11), menuturkan bahwa ini pengalaman keduaku, tahun lalu bertiga dari SDIT Nur Hidayah juga lolos tingkat nasional. Senang bertemu dengan teman-teman penulis cilik dari 23 provinsi. Seru belajar bareng dengan Kakak Pendamping dari Mizan. Kemarin saat lomba aku menulis cerpen berjudul ‘Suara Kebaya’. Soga juara ya”.

Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, yang mendampingi langsung peserta kegiatan menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan emas bagi para peserta untuk terus mengasah wraitting skill mereka, terus berkarya memaksimalkan potensi mereka dalam apresiasi sastra. Ada 1700 lebih naskah yang masuk dari seluruh Indonesia, diambil 165 naskah terbaik. Enam diantaranya dari SDIT Nur Hidayah. Mereka mengikuti kegiatan ini Selasa-Jum’at (8-11 Nov 2016). Mudah-mudahan dengan kesempatan baik ini akan menjadi pelecut bagi mereka untuk terus berkarya menjadi penulis handal di masa mendatang.