Pawai Sambut Tahun Baru Islam 1438 H

Kerten – Sejumlah 250 siswa SDIT Nur Hidayah Surakarta yang terdiri dari siswa kelas 5 dan 6 mengikuti pawai menyambut tahun baru Islam 1438 Hijriyah Ahad (2/10/2016). Pawai di mulai dari Lapangan Kottabarat menuju Ngarsopuro depan Keraton Mangkunegaran Sala. Kegiatan ini merupakan kegiatan bersama dengan sekolah dasar Islam lainnya di Kota Surakarta yang tergabung dalam Ikatan Sekolah Dasar Islam (ISDI) Surakarta beserta elemen-elemen umat Islam yang lain. terik mentari yang sedikit menyengat tidak menyurutkan semangat para siswa SDIT Nur Hidayah untuk berpawai menyambut tahun baru Hijriyah 1438 H. 

Kepala SDIT Nur Hidayah, Waskito, S.Pd. mengatakan bahwa Nur Hidayah mengangkat tema “Sambut Tahun Baru Islam Dengan Semangat Baru, Tingkatkan Kualitas Iman dan Kehidupan, Demi Masa Depan Gemilang”. 

“Kami ingin anak-anak ini juga mengingat bahwa Islam punya kalender hijriyah dan memiliki nilai historis dalam sejarah umat Islam. Jadi anak-anak tidak saja disajikan tentang perayaan tahun baru yang penuh hura-hura, tetapi bagiaman mereka menyikapi tahun baru sebagai momentum untuk perbaikan diri menuju kearah hidup dan masa depan yang lebih baik.” tambahnya.

Galang Dana Untuk Bencana Garut

Pagi menjelang siang itu, Sabtu (01/10/2016) cuaca cukup terik. Sejumlah 143 siswa-siswi kelas 3 Sekolah Dasar Islam Terpadu Nur Hidayah dengan berseragam pramuka, berhasduk dan bertopi, segera siap di halaman sekolah untuk mengikuti kegiatan pramuka. Namun ada yang berbeda dalam kegiatan pramuka hari ini. Mereka akan menggalangan dana dari siswa kelas 1-6 untuk membantu korban banjir bandang di Garut, Jawa Barat.

Kak Aji Wisnutomo, salah satu kakak pembina pramuka menuturkan, “Para siswa telah diajarkan Dasa Darma Pramuka, salah satunya yang berbunyi ‘Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia’. Oleh karenanya, ketika bebera waktu lalu ada musibah banjir di Garut, kita mengingatkan mereka untuk mewujudkan dasa darma itu dengan memberikan bantuan dengan berinfaq.”

Jianka Arkhadiva (9), salah satu siswa kelas 3 menuturkan, “Melihat berita banjir di Garut, aku ikut menangis. Ada korban anak-anak kecil juga. Rasanya ingin berbagi dengan mereka. Alhamdulillah ikut berinfaq untuk menolong mereka.” Sementara siswa lainnya, Saddam Nayotama Al Malik (9), berharap, “Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban korban banjir.

Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, momentum Hari Kesaktian Pancasila ini kita maknai untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila. Khususnya sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Para siswa diajak ikut merasakan dan berempati dengan penderitaan warga Garut yang tertimpa musibah banjir. Alhamdulillah dari program “Dompet Peduli Garut” SDIT Nur Hidayah terkumpul bantuan sejumlah Rp24.710.000,-. Bantuan akan dikirim melalui JSIT Indonesia Pusat untuk selanjutnya akan disampaikan kepada warga Garut.